Bahasa yang digunakan untuk menulis program disebut dengan “Bahasa Pemrograman”. Terdapat tiga faktor dalam bahasa pemrograman :
1. Syntax adalah urutan penulisan bahasa tersebut (tata bahasa).
2. Semantik adalah arti atau maksud yang terkandung di dalam statement tersebut.
3. Kebenaran Logika adalah berhubungan dengan benar tidaknya urutan statement.
Sedangkan pemrograman adalah proses mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan bahasa pemrograman.
Dalam sebuah program akan terdapat banyak sekali perintah yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Keberadaan sebuah program cukup penting, mengingat bahwa program tersebut dapat disimpan, direkam, sehingga dapat dipakai secara berulang-ulang, tanpa harus menulis program tersebut kembali. Sedikitnya ada lima langkah yang dapat dilakukan oleh programmer dalam proses pemecahan suatu masalah dengan menggunakan komputer, yaitu sebagai berikut :
1. Menganalisa dan memahami persoalan yang ada
Setelah itu mengembangkan suatu urutan proses logika untuk menyelesaikan masalah tersebut dalam bentuk algoritma.
2. Menentukan bentuk data apa yang diperlukan.
Sebagai masukkan didalam program yang akan dibuat, serta apa saja yang akan dihasilkan, sebagai hasil keluaran dari program yang akan dibuat.
3. Pengkodean dari algoritma yang sudah dibuat.
Diterjemahkan ke dalam bentuk pernyataan-pernyataan yang sesuai dan terdapat di dalam bahasa program yang digunakan.
4. Melakukan tes program dari proses logika yang sudah dibuat.
Apakah program tersebut sudah benar dan bebas dari unsur kesalahan atau harus masih diperbaiki lagi.
5. Melakukan pendokumentasian program sebagai cadangan (backup).
Proses ini penting untuk dilakukan, untuk usaha pengembangan program selanjutnya.
Dalam penulisan instruksi suatu program seorang programmer tidak lepas dari kesalahan-kesalahan seperti dalam penulisan syntax, statement, formula ataupun data yang akan diinput. Kesalahan pada instruksi dibagi menjadi dua, yaitu kesalahan semantik dan kesalahan logika. Kesalahan semantik adalah kesalahan yang sering terjadi biasanya karena kurangnya pemahaman terhadap suatu perintah (statement). Sedangkan kesalahan logika adalah kesalahan di dalam menginterprestasikan persoalan yang dihadapi, hingga program yang ditulis pun tidak benar dalam penulisan logikanya.
Bentuk kesalahan yang biasa dijumpai oleh seorang programmer saat menulis struktur program komputer yang akan dilakukan tes program yaitu :
1. Syntax Error
Bentuk kesalahan program yang disebabkan karena kesalahan dalam penulisan intruksi program.
2. Run Time Error
Bentuk kesalahan yang disebabkan karena proses aritmatik yang illegal tidak bisa diproses.
3. Logical Error
Bentuk kesalahan yang disebabkan oleh Human Error (kesalahan yang dibuat oleh manusia).
Bahasa pemrograman komputer dikelompokkan berdasarkan perkembangannya, yaitu sebagai berikut :
1. Bahasa Mesin (Machine Language )
Bahasa pemrograman yang hanya dapat dimengerti oleh mesin (komputer) yang di dalamnya terdapat CPU (Central Procesing Unit) yang hanya mengenal dua keadaan yang berlawanan, yaitu bernilai 1 bila terjadi kontak (ada arus) dan akan bernilai 0 bila kontak terputus (tidak ada arus).
2. Bahasa Tingkat Rendah (Low Level Language)
Bahasa tingkat rendah sebenarnya sama dengan bahasa mesin sebelumnya yaitu bahasa pemrograman yang berorientasi pada mesin. Pemrograman yang digunakan bahasa ini harus dapat berpikir berdasarkan logika mesin komputer, sehingga bahasa ini dinilai kurang fleksibel dan sulit dipahami oleh pemula.
3. Bahasa Tingkat Menengah (Middle Level Language)
Bahasa pemrograman yang menggunakan aturan-aturan gramatikal dalam penulisan pernyataan, mudah untuk dipahami dan memiliki instruksi-instruksi tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer. Contohnya adalah bahasa pemrograman C.
4. Bahasa Tingkat Tinggi (High Level Language)
Bahasa pemrograman yang di dalam penulisan pernyataannya mudah dipahami secara langsung.
5. Bahasa Berorientasi Obyek (Object Oriented Language)
Bahasa pemrogaman yang berorientasi pada obyek mengandung fungsi-fungsi untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan program tidak harus menulis secara detail semua pernyataannya, tetapi cukup memasukkan kriteria-kriteria yang dikehendaki saja. Contoh: Visual Foxpro, Visual Basic,